MENIKAHLAH, WAHAI PEREMPUAN SEPEREMPAT ABAD

Menikah karena ingin? Atau menikah karena butuh? Seperti keinginan sekaligus kebutuhan untuk makan yang bila tidak dipenuhi lantas sekonyong-konyong akan mati.

Bulan Desember ini sepertinya menjadi bulan kawinan (lagi). Seperti musim kawin pada kucing, atau musim kawin pada panda yang ingin cepat-cepat bereproduksi agar ia tak segera punah karena panda betina memiliki masa subur yang sangat pendek, manusia juga memilih musim untuk kawin. Entah karena takut spesiesnya juga akan punah, teman-teman sebaya sudah menikah atau disemprot tetangga kanan-kiri rumah.

Beberapa waktu lalu saya menerima pesan dari seorang teman via Whatssapp. Ia menceritakan perihal novel yang alur ceritanya mengisyaratkan keharusan menikah sebagai kebutuhan, yang kemudian disusul dengan komentarnya seperti ini, “Kayaknya aku bakal kayak gini endingnya. Mau ga mau harus nikah karena aku hidup di kampung dengan stigma masyarakat terhadapku yang seperti itu.”

Kawan saya masih muda. Dia hanya sedikit melewati seperempat abad, namun belum menyentuh kepala tiga. Nah, beberapa masyarakat kita berpikiran bahwa Baca lebih lanjut

Iklan

Review: Kinanthi (Terlahir Kembali)

Halo! Rasanya lama sekali saya meninggalkan blog ini. Mencuri-curi waktu yang tepat untuk menulis dan…yep, saya bulatkan tekad mereview beberapa novel terbitan Bentang Pustaka. Dimulai dari “Kinanthi”. Well, dari judulnya aja udah keren ya. Cekidot!

Judul buku: Kinanthi (Terlahir Kembali)

Penulis : Tasaro G.K

Penyunting: Dhewiberta

Tebal halaman: 536 halaman

Penerbit: Bentang Pustaka

Tahun terbit: 2012

 

Sinopsis

Saya akan mencoba membuat ringkasan sesingkat-singkatnya. Berhubung buku ini lumayan lama, jadi menurut saya ga masalah kalau spoiler. Hehe..

Kinanthi sebagai tokoh utama, diceritakan berlatar belakang dari keluarga miskin yang hidup di daerah Gunung Kidul. Ia terhina oleh keadaan keluarganya karena orang-orang dusun hingga teman-teman sepergaulannya di sekolah, terus menerus mengejek dan menghindarinya. Hanya ada satu teman yang menemaninya kapanpun dan dalam keadaan apapun. Ajuj, nama pemuda itu. Terpaut 2 tahun lebih tua dari Kinanthi yang saat itu berusia 10 tahun. Ajuj menemani Kinanthi yang dikucilkan dan selalu menggendong adiknya yang bernama Hasto, kemanapun ia pergi.

Saat-saat trenyuh pun tiba. Kinanthi dititipkan kepada teman ayahnya yang bernama Edi, dan ditukar dengan 50 kilogram beras. Berbeda dengan ibunya, ayah Kinanthi yang sangat menyayanginya memang tak tega, namun Baca lebih lanjut

Ikhlas

Pada akhirnya kita akan pergi ke suatu tempat.

Tempat di mana kita menemukan obat,

Atau luka lain yang lebih menyayat.

070815 2104

Candu

Kau adalah candu.

Aku sakau dalam rindu.

23082015

Buta

Memintal jarak?

Tak perlu.

Aku telah terbiasa mencandaimu dalam anganku.

Pun sua atau tegur sapa.

Dahagaku akan ragamu telah sirna.

Jiwa?

Ah, aku lupa.

Mungkin telah buta.

28102016

Rintik gerimis, lagu sendu.

Sepertinya perpaduan yang tak akan pernah basi.

Apalagi untuk pasangan yang memilih berjauhan seperti kita.

Ah, kita kataku.

Bukankah itu masa lalu untukmu?

09112016

Lelang

Lelang: ketika sesuatu masih dianggap berharga dan mempunyai nilai jual.

Berikan pada siapapun, kalau tak lagi dianggap berharga.

16112016