Janji

Berjalan sendiri di tengah kesunyian malam ini.
Udara,menusuk tulang-tulang jemari..
Lelah dan lapar seolah tak ingin kau bagi.
Merasakan pahit manis kehidupan ini.

Engkau tak ingin menunggu..
Apalagi berpangku,
Namun bila kau terbelenggu,
datang juga dalam hatimu,
“dimana janji-janji itu ?”

24 Agustus 2010
20.41

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: