Pride and Prejudice

 

Pengarang      : Jane Austen

Penerbit          : Qanita

 

           

            Sudah menjadi hal umum pada jamannya ketika seorang pemuda kaya mencari istri. Suatu hari, Netherfield Park dibeli oleh seorang pemuda lajang dari Inggris yang kaya raya, bernama Bingley. Mrs. Bennet tak sabar mengajak suaminya untuk berkunjung, agar nantinya Mr. Bingley akan tertarik dengan salah satu dari kelima putri mereka. Mr. Bennet menanggapi hal itu biasa saja. Dia sama sekali tidak tertarik oleh ajakan istrinya. Untuk menyengkan istrinya, ia berkunjung secara diam-diam ke rumah Mr.Bingley.

Mr. Bingley sangatlah ramah saat datang pada pesta dansa pertama. Sangat berbeda dengan Mr.Darcy sahabatnya. Pada pesta dansa itu, Mr. Bingley mengenal Jane. Jane dan Mr.Bingley semakin dekat pada pesta-pesta dansa sesudahnya. Saat Jane diundang makan malam di rumah keluarga Bingley, ia kehujanan sehingga berakibat sakit dan harus menginap selama beberapa hari. Keadaan ini membuat Elizabeth khawatir. Dengan berjalan kaki sejauh 3 mil, ia bersikeras menjenguk Jane, kakaknya. Ia datang dengan pakaian yang sangat kotor. Akhirnya ia dipaksa untuk menginap beberapa hari. Disana, Mr.Darcy yang angkuh dan sombong diam-diam mulai tertarik padanya. Namun ia sangat pandai menyembunyikan sifatnya.

Suatu hari, saat Elizabeth dan keempat saudaranya sedang beralan-jalan, ia bertemu dengan prajurit bernama Wickham dan Denny. Namun aneh ketika Wickham berpapasan dengan Mr.Darcy, baik Wickham maupun Mr.Darcy sama-sama terlihat canggung. Saat pesta dansa di Netherfield, Wickham datang untuk memenuhi undangan. Berbeda dengan Mr.Darcy yang tidak disukai penduduk di Hertfordshire karena angkuh, Wickham sangat disukai karena keramahannya. Saat itu, Elizabeth menanyakan hubungan Wickham dan Mr.Darcy. Wickham menjelaskan bahwa dulu ia adalah anak dari pekerja ayah Mr.Darcy di Pemberley, yang diangkat sebagai anak angkat oleh kebaikan hati ayah Mr.Darcy. Namun Wickham menceritakan tabiat buruk Mr.Darcy dan adiknya yang dilakukan kepada Wickham. Setelah ayah Mr.Darcy meninggal, harta warisan ayah Mr.Darcy sesuai surat wasiat yang seharusnya dijatuhkan untuk Wickham tidak diberikan, tetapi Wickham disia-siakan oleh keluarga Mr.Darcy. Mendengar hal itu,

Elizabeth dan penduduk Hertfordshire semakin membenci Mr.Darcy.

Suatu hari datanglah Mr.Collins sebagai pewaris Longbourn setelah Mr.Bennet, ayah Elizabeh meninggal. Dengan kebaikan hatinya, ia bermaksud untuk menikahi Elizabeth dan mencari pendamping hidup yang baik sekaligus menyelamatkan salah satu anak Mr.Bennet dari kehilangan rumah mereka kelak. Elizabeth menolak lamaran itu karena ia merasa tidak ada kecocokan kepada Mr.Collins. Ia merasa hatinya mulai berpihak kepada Mr.Wickham. Mendengar penolakan itu Mrs.Bennet marah, ia menyalahkan Elizabeth atas penolakan itu. Apalagi ditambah masalah Jane yang tidak segera menikah dengan Mr.Bingley akibat Mr.Bingley sekeluarga tiba-tiba pindah ke London. Selang tiga hari setelah lamarannya kepada Elizabeth, Mr.Collins mencoba melamar Charlotte anak Mr.Lucas. Lamaran itu mereka terima. Saat makan malam, keluarga Lucas memberitahukan hal ini kepada Mr.Bennet sekeluarga. Berbeda dengan Mr.Bennet yang senang mendengar berita tersebut, Mrs.Bennet merasa sangat marah. Ia merasa Charlotte tak pantas untuk bersanding dengan Mr.Collins, bahkan ia memprediksi pernikahan mereka tidak akan bahagia. Suatu hari, datanglah surat yang mengabarkan bahwa keluarga Bingley pindah ke London dan ada kemungkinan tidak kembali ke Netherfield. Hal itu membuat hati Jane sangat terpukul. Hampir bersamaan dengan itu, dikabarkan bahwa Wickham mendekati perempuan yang kaya raya bernama Miss King. Hal inilah ternyata yang mengakibatkan Wickham menjauh dari Elizabeth.

Elizabeth datang ke Hunsford untuk memenuhi undangan Charlotte. Lady Catherine adalah ibu dari patron Mr.Collins, Miss De Brough. Beberapa kali ia menerima undangan makan malam dan minum teh di Rosings, kediaman Lady Catherine. Ternyata Mr.Darcy yang tak lain adalah keponakan Lady Catherine sedang ada di Kent, tak jauh dari Rosings. Elizabeth dan Mr.Darcy sempat berpapasan saat berjalan-jalan di taman sendirian. Kemudian, mereka bertemu beberapa kali di taman itu. Elizabeth juga mengenal sepupu Mr.Darcy, yaitu Kolonel Fitzwilliam. Pertemuan mereka beberapa kali di taman, tak menyurutkan kebencian Elizabeth kepada Mr.Darcy.

Pada suatu malam, Elizabeth enggan menghadiri undangan minum teh di Rosings. Akhirnya Mr.Collins pergi bersama Charlotte. Mendengar ada langkah kaki, Elizabeth turun dari tangga menuju ruang tengah. Ia mengira Mr.Collins dan Charlotte sudah pulang. Ternyata, yang datang adalah Mr.Darcy. Karena ia sulit untuk berbasa-basi, akhirnya ia menceritakan perasaannya kepada Elizabeth yang telah ia simpan selama hampir satu tahun. Karena Elizabeth masih membenci pria itu, ia menolaknya. Mr.Darcy yang tersinggung karena ia mengira kan diterima pun marah. Ia menganggap sudah merendahkan dirinya yang berbeda kelas demi mendapatkan Elizabeth. Mereka berdua terlibat percakapan sengit malam itu. Elizabeth melayangkan dua tuduhan kepada Mr.Darcy yang membuat ia sangat marah. Akhirnya Mr.Darcy meninggalkan rumah itu.

Keesokan harinya, Elizabeth berjalan ke arah taman. Ia sempat mengurungkan niatnya karena enggan apabila bertemu dengan Mr.Darcy. Namun kakinya  terus membawanya ke arah taman. Saat melihat sekelebat Mr.Darcy, ia segera berbalik arah ketika Mr.Darcy meneriakkan namanya. Ia berhenti seketika. Dengan tak mengucapkan sepatah kata pun, Mr.Darcy memberinya sebuah surat.

Elizabeth membaca surat itu berkali-kali, karena tak percaya dengan isi surat itu. Ia diamkan beberapa saat sampai pikirannya tenang, kemudian ia baca lagi. Sampai-sampai ia hafal kata-kata yang ada pada surat itu. Surat itu menjawab semua tuduhan yang ia layangkan kepada Mr.Darcy semalam. Mr.Darcy tidak bisa menjawab tuduhan itu semalam karena dirinya masih diliputi emosi. Mr. Darcy menjelaskan bahwa tuduhan pertama bahwa ia telah memisahkan Jane dan Mr.Bingley adalah benar. Hal itu disebabkan oleh ketidaktahuannya akan perasaan Jane kepada Bingley. Ia mengira, Jane telah memberikan harapan kosong kepada Bingley, sahabatnya. Kemudian Darcy dan keluarga Bingley menyusun rencana untuk memisahkan mereka karena takut akan menyakiti Bingley. Selain itu ibu dan ketiga adik Elizabeth terkesaan hanya ingin mengeruk kekayaan Bingley. Tuduhan kedua, bahwa ia telah mencelakakan Mr.Wickham. Hal ini sepenuhnya tidak benar karena ia dan keluarganya membiayai pendidikan Mr.Wickham di Cambridge sesuai dengan surat wasiat ayahnya untuk menyekolahkan Wickham setinggi mungkin. Ayahnya berharap Wickham akan bekerja di gereja, namun hal itu salah karena sifat Wickham yang haus akan harta dan tahta, setelah ayah Darcy meninggal, ia keluar dari gereja dan mengatakan akan belajar ilmu hukum. Seribu pound yang dijanjikan kepadanya di surat wasiat diberikan untuk pendidikannya itu. Bahkan ia menerima tiga ribu pound. Padahal bila ia menuruti permintaan mendiang ayah Mr.Darcy, salah satu aset keluarga akan diberikan kepada Wickham. Kenyataannya Wickham bermalas-malasan dan menghambur-hamburkan uang itu. Ia mengirim surat kepada Darcy untuk membiayai ia agar segera pulang. Mr.Darcy menolak hal itu karena sudah terluka oleh kelakuan Wickham. Wickham menjalin hubungan dengan penipu ulung. Kemudian ia memanfaatkan Georgiana, adik Mr.Darcy dengan berpura-pura mencintainya dan mengajak kawin lari. Hal itu dimaksudkan agar ia bisa mengeruk harta Mr.Darcy. Seperti yang telah Mr.Darcy duga, Wickham tidak sekali pun berniat untuk benar-benar menikah dengan adiknya.

Setelah pulang ke rumah, Elizabeth menceritakan hal ini kepada Jane, kecuali pada bagian pertama surat. Ia dan Jane sepakat untuk tidak memberitahu siapapun tentang keburukan Wickham. Para prajurit akan segera pindah ke Meryton. Beruntung bagi Lydia, ia mendapatkan undangan dari Mrs.Forster untuk ikut pulang bersamanya ke Meryton. Lydia sangat gembira akan hal ini.Namun bagi Elizabeth ini adalah hal buruk untuk Lydia, karena ia akan tumbuh semakin liar nantinya. Elizabeth mencoba membujuk ayahnya agar tidak mengizinkan Lydia pergi. Namun permintaan itu ditolak oleh ayahnya.

Dua minggu setelah itu, paman dan bibi Elizabeth tiba di Netherfield dengan membawa anak mereka . Elizabeth ikut ke rumah bibinya di Derbyshire. Setelah melihat-lihat sekitar rumah Mr.Darcy di Pemberley, Mr.Darcy datang. Hal ini tentu sangat membuat Elizabeth terkejut, karena kata pelayan di rumah Mr.Darcy, keluarga Mr.Darcy akan tiba besok. Elizabeth ingin menghindar saat itu, tapi tidak mungkin karena Mr.Darcy telah berada di hadapannya. Ia kemudian bercakap-cakap dengan Mr.Darcy dengan canggung. Elizabeth  tercengang melihat keramahan Mr.Darcy kepada paman dan bibinya.

Setelah beberapa lama, Mr.Darcy ingin mengenalkan adiknya kepada Elizabeth.  Elizabeth mengira setelah sikapnya yang kasar malam itu, Mr.Darcy akan menjauhinya. Paman dan bibi Elizabeth mulai menaruh curiga kepada hubungan mereka berdua. Tiba-tiba ada surat datang di pagi hari saat Elizabeth sendirian di rumah bibinya. Surat itu menceritakan bahwa Lydia kabur bersama Wickham. Elizabeth sangat terpukul dan menyalahkan diri sendiri karena kecerobohannya. Saat itu juga, Mr.Darcy datang. Elizabeth tak kuasa menahan dan menangis di hadapan Mr.Darcy sekaligus menceritakan semuanya. Ia segera mohon diri untuk pulang ke Netherfield.

Sesampainya di rumah, ibunya sakit. Jane terlihat pucat karena mengurus masalah ini dan memikirkan masalahnya sendirian. Sedangkan ayah mereka berada di London untuk mencari Lidya dan Wickham. Seisi rumah diliputi rasa cemas. Mr.Gardiner segera menyusul ayah mereka di London dan segera mengirim surat apabila sudah ada kabar. Saar Mr.Gardiner telah berada di London bersama ayah mereka, Mr.Gardiner menyuruh Mr.Bennet untuk pulang dan memohon diri untuk menemukan Lydia.

Setelah beberapa lama, Lydia berhasil ditemukan. Ia belum menikah, dan meminta sejumlah uang untuk biaya pernikahannya. Permintaan itu dituruti oleh Mr.Bennet walaupun enggan. Lydia menikah disaksikan oleh paman dan bibinya disana. Selang beberapa hari Lidya pulang ke Longbourn dan mencritakan bahwa Mr.Darcy juga menghadiri pernikahannya. Elizabeth yang menaruh curiga menanyakan hal ini kepada bibinya. Kemudain Mrs.Gardiner menceritakan bahwa Mr.Darcy adalah orang yang menemukan Wickham dan Lydia dan membayar semua hutang-hutang Wickham di Hertfordshire. Elizabeth kemudian menceritakan ini kepada Jane.

Setelah beberapa lama, Bingley kembali ke Netherfield untuk berkunjung, sekaligus memastikan cintanya. Pada waktu itu, Darcy menyertainya. Mrs.Bennet memberi perlakuan yang amat mencolok antar Bingley dan Darcy. Hal ini membuat Elizabeth merasa bersalah. Ia belum mengatakan kepada orangtuanya, bahwa Mr.Darcy lah yang membantu semua hal tentang Lydia. Mr.Bingley dan Mr.Darcy kembali ke Netherfield lagi, setelah beberapa hari. Mr.Bingley melamar Jane pada hari itu. Kemudian Mr.Bingley datang setiap hari. Saat Mrs.Bennet menyuruh Elizabeth untuk menemani Mr.Darcy bersama Jane dan Bingley, beliau merasa bersalah karena mengira Elizabeth masih membenci Mr.Darcy. Pada saat itulah, Mr.Darcy melamar Elizabeth untuk yang kedua kali. Elizabeth sangat gembira, karen ia mulai merasakan hatinya berpihak pada Darcy semenjak sifat Darcy berubah saat Elizabeth di Pemberley.

Elizabeth membicarakan hal ini kepada ayahnya. Ayahnya sempat melarangnya, karena beliau mengira Elizabeth masih membencinya. Namun setelah Elizabeth menjelaskan kepada ayah dan ibunya bahwa yang membiayai dan mencari Lydia adalah Mr.Darcy, dan perangai Mr.Darcy tak seburuk yang dibicarakan orang. Setelah mendapat restu dari orangtuanya, Elizabeth melangsungkan pernikahan tak lama setelah pernikahan Jane.

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: