Arsip Bulanan: November 2012

Senin, 12 November 2012

 

Siang itu saya akan mengambil obat di daerah Mangkang. Sampai disana, ternyata harga obat naik dan uang ongkos saya tidak cukup untuk kembali ke kampus. Saya sempat sedih. Mengeluh. Sudah handphone saya rusak, tas saya rusak, bus yang saya tumpangi tadi rusak, dan sekarang saya terancam tidak bisa kembali ke kampus. Sial sekali hidup saya. Lalu sambil memikirkan cara agar bisa kembali ke kampus. Saat itu saya sedang menunggu bus dipinggir jalan, ketika ibu-ibu pengumpul rosokan, yang biasa disebut pemulung berjalan ke arah saya. “Braak!!” Barang-barang yang ia bawa jatuh berserakan. Cepat-cepat, saya bantu ibu itu. Dari situ, kami berkenalan. Beliau berasal dari Demak dan setiap hari bekerja memulung sampah di Semarang.

Sumringah, raut muka beliau saat melihat wajah saya. …selengkapnya

Pulang

untuk Pramoedya Ananta Toer

(Lampu hidup)

Wulan dan Pras duduk di teras siang itu.

Wulan : Mas datang! Mas dataaang! (menghambur keluar lalu berhenti sejenak dan melihat istri Gus)

Pras : (menghampiri dan membantu membawakan barang)

Pras: (bersalaman dengan Gus dan Istri) Dhik, ayo salaman! Tolong buatkan mas kopi manis ya.

Wulan: Iya mas.

Gus : (duduk di teras) Bagaimana kesehatan bapak?

Pras: Kiriman pil dan selimut darimu sudah kami terima. Wesel sudah kami ambil kemudian kami belikan susu dan telur seperti pesanmu. Kemeja, selimut, pil, susu dan telur kami bawakan kepada bapak. Tapi bapak menyuruh kami membawa pulang semua barang itu.

Gus : Lalu pil itu?

Pras: beliau sudah menghabiskan satu tube, tapi beliau sudah bosan telur dan susu.

Gus : Bagaimana kesehatan bapak?

Pras: (Diam dan matanya berkaca-kaca)

Gus : (melihat perubahan air muka adiknya) Dimana Minah? Aku tak melihatnya dari tadi. Kudengar, ia sudah bersuami, benarkah?
…selengkapnya