Senin, 12 November 2012

 

Siang itu saya akan mengambil obat di daerah Mangkang. Sampai disana, ternyata harga obat naik dan uang ongkos saya tidak cukup untuk kembali ke kampus. Saya sempat sedih. Mengeluh. Sudah handphone saya rusak, tas saya rusak, bus yang saya tumpangi tadi rusak, dan sekarang saya terancam tidak bisa kembali ke kampus. Sial sekali hidup saya. Lalu sambil memikirkan cara agar bisa kembali ke kampus. Saat itu saya sedang menunggu bus dipinggir jalan, ketika ibu-ibu pengumpul rosokan, yang biasa disebut pemulung berjalan ke arah saya. “Braak!!” Barang-barang yang ia bawa jatuh berserakan. Cepat-cepat, saya bantu ibu itu. Dari situ, kami berkenalan. Beliau berasal dari Demak dan setiap hari bekerja memulung sampah di Semarang.

Sumringah, raut muka beliau saat melihat wajah saya.

Ia menceritakan tentang putrinya, yang mirip sekali dengan saya. Putrinya yang dulu sangat bersemangat mengenyam bangku pendidikan hingga sekolah tinggi. Pernah ia yakin putrinya akan mendapatkan pendidikan itu. Namun sayang, pendidikan gratis tak bisa ia nikmati. Ia menerima, walau tak rela sebenarnya.

Sambil menghela nafas dan tersenyum, beliau berkata,”Ya sudah Mbak, memang itu jalannya. Anak saya malah sekarang sudah menikah. Sudah punya anak satu. Dan diangkat menjadi pegawai tetap di bagian obat tempat ia bekerja.”

Ada rasa malu yang saya dapat dari percakapan saya kala itu. Beliau, dari pagi hingga malam mencari-cari sampah di rumah-rumah orang, dari Mangkang, Johar dan pulang ke Demak tidak pernah mengeluh tentang kehidupan ini. Beliau bersyukur dan menerima. Ikhlas, ketika beliau diberika sakit selama empat tahun dan bersusah payah untuk berobat. Hal kecil seperti inilah yang sebenarnya menjadi pelajaran untuk kehidupan ini.

Bus datang. Cepat-cepat saya berlari dan mencium tangan ibu itu.

Dengan muka penuh haru beliau berkata, “Hati-hati Mbak, saya doakan selamat dan sukses.”

Semarang, 13 November 2012

23.02 WIB

Iklan

Ditandai:, ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: