Arsip Bulanan: Januari 2018

MENIKAHLAH, WAHAI PEREMPUAN SEPEREMPAT ABAD

Menikah karena ingin? Atau menikah karena butuh? Seperti keinginan sekaligus kebutuhan untuk makan yang bila tidak dipenuhi lantas sekonyong-konyong akan mati.

Bulan Desember ini sepertinya menjadi bulan kawinan (lagi). Seperti musim kawin pada kucing, atau musim kawin pada panda yang ingin cepat-cepat bereproduksi agar ia tak segera punah karena panda betina memiliki masa subur yang sangat pendek, manusia juga memilih musim untuk kawin. Entah karena takut spesiesnya juga akan punah, teman-teman sebaya sudah menikah atau disemprot tetangga kanan-kiri rumah.

Beberapa waktu lalu saya menerima pesan dari seorang teman via Whatssapp. Ia menceritakan perihal novel yang alur ceritanya mengisyaratkan keharusan menikah sebagai kebutuhan, yang kemudian disusul dengan komentarnya seperti ini, “Kayaknya aku bakal kayak gini endingnya. Mau ga mau harus nikah karena aku hidup di kampung dengan stigma masyarakat terhadapku yang seperti itu.”

Kawan saya masih muda. Dia hanya sedikit melewati seperempat abad, namun belum menyentuh kepala tiga. Nah, beberapa masyarakat kita berpikiran bahwa Baca lebih lanjut

Iklan