Arsip Kategori: Resensi

5 cm

Pengarang      : Donny Dhirgantoro

Penerbit          : Grasindo

Berawal dari persahabatan 5 manusia bernama Arial, Riani, Zafran, Ian, dan Genta. Arial adalah sosok yang tenang dan berbadan besar. Riani adalah perempuan cerdas berkacamata, cerewet namun berkarisma karena ia memiliki inner beauty. Zafran merupakan sosok yang mudah dikagumi oleh laki-laki maupun perempuan ketika melihatnya sekilas. Ian adalah manusia penggila bola dan suka tantangan. Genta adalah sosok yang paling dibutuhkan dalam kelompok mereka. Bahkan mereka akan patuh terhadap segala perintah Genta. Ia adalah sosok pemimpin dalam kelompok tersebut.

Saat berada di rumah Arial, tiba-tiba Zafran mengutip kata-kata Plato yang menyatakan bahwa nantinya manusia dalam kehidupannya akan terjebak dalam gua gelap yang berisi keteraturan, kemapanan, dan mereka senang berada di dalamnya. Karena mereka terbuai dengan segala kesenangan disana dengan apa yang telah mereka capai, hingga akhirnya merela takut keluar dari gua tersebut. Mereka bahagia tetapi dalam diri mereka kosong, karena mereka tidak mempunyai mimpi. Kelima sahabat ini saling berpikir dalam diri mereka. Akhirnya tercetus sebuah ide …selengkapnya

Pride and Prejudice

 

Pengarang      : Jane Austen

Penerbit          : Qanita

 

           

            Sudah menjadi hal umum pada jamannya ketika seorang pemuda kaya mencari istri. Suatu hari, Netherfield Park dibeli oleh seorang pemuda lajang dari Inggris yang kaya raya, bernama Bingley. Mrs. Bennet tak sabar mengajak suaminya untuk berkunjung, agar nantinya Mr. Bingley akan tertarik dengan salah satu dari kelima putri mereka. Mr. Bennet menanggapi hal itu biasa saja. Dia sama sekali tidak tertarik oleh ajakan istrinya. Untuk menyengkan istrinya, ia berkunjung secara diam-diam ke rumah Mr.Bingley.

Mr. Bingley sangatlah ramah saat datang pada pesta dansa pertama. Sangat berbeda dengan Mr.Darcy sahabatnya. Pada pesta dansa itu, Mr. Bingley mengenal Jane. Jane dan Mr.Bingley semakin dekat pada pesta-pesta dansa sesudahnya. Saat Jane diundang makan malam di rumah keluarga Bingley, ia kehujanan sehingga berakibat sakit dan harus menginap selama beberapa hari. Keadaan ini membuat Elizabeth khawatir. Dengan berjalan kaki sejauh 3 mil, ia bersikeras menjenguk Jane, kakaknya. Ia datang dengan pakaian yang sangat kotor. Akhirnya ia dipaksa untuk menginap beberapa hari. Disana, Mr.Darcy yang angkuh dan sombong diam-diam mulai tertarik padanya. Namun ia sangat pandai menyembunyikan sifatnya.

Suatu hari, saat Elizabeth dan keempat saudaranya sedang beralan-jalan, ia bertemu dengan prajurit bernama Wickham dan Denny. Namun aneh ketika Wickham berpapasan dengan Mr.Darcy, baik Wickham maupun Mr.Darcy sama-sama terlihat canggung. Saat pesta dansa di Netherfield, Wickham datang untuk memenuhi undangan. Berbeda dengan Mr.Darcy yang tidak disukai penduduk di Hertfordshire karena angkuh, Wickham sangat disukai karena keramahannya. Saat itu, Elizabeth menanyakan hubungan Wickham dan Mr.Darcy. Wickham menjelaskan bahwa dulu ia adalah anak dari pekerja ayah Mr.Darcy di Pemberley, yang diangkat sebagai anak angkat oleh kebaikan hati ayah Mr.Darcy. Namun Wickham menceritakan tabiat buruk Mr.Darcy dan adiknya yang dilakukan kepada Wickham. Setelah ayah Mr.Darcy meninggal, harta warisan ayah Mr.Darcy sesuai surat wasiat yang seharusnya dijatuhkan untuk Wickham tidak diberikan, tetapi Wickham disia-siakan oleh keluarga Mr.Darcy. Mendengar hal itu, …selengkapnya

BELENGGU

Pengarang : Armijn Pane
Penerbit : Dian Rakyat, 1994

Soekartono ialah dokter yang sibuk. Saking sibuknya, ia sering pulang ke rumah larut malam. Selain itu, ia dikenal sebagai dokter yang ramah dan baik hati kepada pasien. Hari demi hari berlalu, Istrinya, Tini, terlalu cuek kepadanya. Tini sering sekali keluar rumah. Tak jarang ia pergi tanpa pamit. Bahkan ia tidak mengatakan kepada dokter Soekartono bahwa ada pasien yang menunggunya.
Suatu hari, dokter Soekartono datang ke rumah pasiennya. Namanya Nyonya Eni. Ia tidak menemukan penyakit apa-apa pada Nyonya Eni. Perkiraannya, Nyonya Eni terlalu banyak pikiran karena usai bercerai dengan suaminya.
Lama kelamaan, dokter Soekartono dekat dengan Nyonya Eni. Bahkan ia memanggil Nyonya Eni dengan panggilan kesayangan, yaitu “Yah”.Pernah ia merasa bersalah terhadap Tini. Namun mau apa lagi. Tini tidak pernah memperdulikannya lagi. …selengkapnya